Anda yang berUsia 20an pasti mengalami ini deh!

louisvuittonhandbags.cc – Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kamu juga?

Usia 20-an adalah masa krusial bagi kehidupan seseorang. Di umur tersebut banyak keputusan penting datang, banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Usia 20-an memberikan banyak kejutan yang selama ini kita sangka tidak akan pernah datang.

Kedewasaan memang membawa banyak perubahan. Apa saja sih yang biasanya terjadi dan merubah hidup seseorang pada usia 20-an?

  • Jadi Pejuang Skripsi

Tugas akhir sebagai mahasiswa ini jadi hal yang sering membawa perubahan bagi kehidupan seseorang. Tanpa disadari, skripsi akan mengubah cara pandangmu terhadap hidup. Di titik inilah kamu akan diuji secara akademis, setelah 4 tahun belajar di bangku kuliah.

Kamu akan mencari hal apa yang paling kamu senangi, mendalami pemahanmu terhadap hal tersebut, mempertahankan pendapatmu di hadapan dosen pembimbing dan penguji.

Dalam proses pengerjaan skripsi kamu akan tahu arti kerja keras dan keuletan. Tidak jarang pekerjaanmu kelak juga akan berhubungan dengan tema skripsi yang kamu tulis.

  • Melihat Temanmu Lulus Lebih Dulu Kemudian Pindah

Teman yang selama ini menemani perjuangan selama kuliah lulus duluan dan pindah dari kota tempat kampus kalian berada. Entah karena merantau untuk bekerja atau pulang kampung, kehilangan teman seperjuangan jadi hal yang sering terjadi di usia 20-an. Nggak ada lagi partner in crime dalam berbagai hal.

Walau biasanya main sama-sama, akhirnya kamu sadar bahwa kamu dan dia punya impian masing-masing yang harus dikejar. Dengan berpisah secara fisik kamu juga akan memahami bahwa ikatan pertemanan tidak akan selesai hanya karena tidak lagi satu kota. Walaupun jauh, kalian akan tetap jadi tiang penopang bagi sahabat yang membutuhkan dukungan.

  • Akhirnya……..Giliranmu Lulus Kuliah

Wisuda, jadi momen yang ditunggu bagi seluruh anak usia 20-an. Di momen tersebut kewajibanmu sebagai anak sudah tuntas. Menyelesaikan pendidikan strata sarjana jadi tanda bahwa tanggung jawab orang tua ke kamu sudah selesai. Sekarang terserah padamu bagaimana hendak melanjutkan hidup.

Di hari kelulusan kamu akan sadar bahwa kebahagiaan orang tua ternyata hanya terletak pada kesuksesanmu. Kamu hanya harus berusaha sebaik mungkin dalam tiap sisi kehidupan agar bisa membanggakan mereka. Selama kamu sukses dan berjalan lurus, mereka tidak akan ribut menuntutmu apa-apa.

Setelah momen ini pula kamu akan menghadapi kenyataan hidup yang sesungguhnya.

  • Mulai Mencari Pekerjaan

Ikutan job-fair di berbagai kota, ikut milis career centre, sampai melototin koran untuk cari lowongan pekerjaan jadi kegiatan wajib pasca lulus. Saat mencari pekerjaan macam ini hidupmu seperti punya tombol reset, dimana semuanya seakan dimulai dari nol.

Pencapaianmu semasa kuliah rasanya sudah jauh tertinggal di belakang. Kamu harus membangun kepercayaan diri baru untuk bersaing dengan pencari kerja lain. Ditengah kesibukan membuat lamaran dan CV yang representatif, kamu akan menggali ulang seluruh kemampuan yang selama ini dimiliki tapi belum ditunjukkan dengan maksimal.

  • Merasakan Gak Enaknya Jadi Pengangguran

Masa-masa mencari kerja berarti jadi pengangguran untuk sementara waktu. Kalau biasanya kamu sibuk dengan berbagai agenda kampus, kini kamu cuma duduk diam aja di rumah sambil menunggu panggilan. Masa-masa ini bisa jadi momen yang menimbulkan stres, terutama buat kamu yang sudah terbiasa sibuk.

Di titik ini kamu akan belajar bahwa kamu bukanlah apa-apa. Kemampuanmu belum seberapa dibanding orang lain diluar sana yang juga sedang mencari pekerjaan. Kamu akan merasakan pahitnya ditolak perusahaan impian, gagal di tes pertama MNC yang kamu idamkan — kamu akan mempertanyakan kemampuanmu sendiri.

Saat kamu merutuki nasib dan berharap dapat pekerjaan apa saja agar tidak menganggur itulah kamu diuji sebagai manusia dewasa, sampai sejauh mana kamu berkemauan memperjuangkan hidup?

  • Belajar Mendamaikan Idealisme dan Kenyataan

Sedari kuliah kamu sudah berkeinginan untuk tidak bekerja di perusahaan tambang yang mengeruk kekayaan alam Indonesia. Tapi pada kenyataannya, pekerjaan di pertambangan-lah yang bisa memenuhi gaya hidup yang kamu inginkan. Pada akhirnya, kamu mengalah dan mengambil pekerjaan tersebut.

Di usia 20-an akan banyak pelajaran hidup yang kamu dapatkan soal idealisme dan kenyataan. Kamu akan belajar berdamai dengan diri sendiri, saat idealisme yang selama ini kamu yakini tidak bisa diterapkan di kehidupan nyata. Kamu akan mengerti bahwa orang yang tidak bisa mengikuti idealismenya bukan berarti munafik.

Mereka yang terpaksa meninggalkan idealismenya bisa jadi sedang menghadapi ujian terberat dalam kehidupan mereka. Dan tidak sepantasnya kamu menghakimi.

  • Dapat Pekerjaan Pertama

Hooooray! Setelah babak belur ditolak berbagai perusahaan akhirnya kamu mendarat di pekerjaan pertamamu. Kehidupanmu sebagai orang dewasa baru akan segera dimulai. Ada beberapa yang beruntung dan langsung jatuh hati pada pekerjaannya. Merasa pekerjaan pertama yang didapatkan sangat sesuai dengan passion.

Namun ada juga yang terbengong-bengong karena ternyata dunia kerja tidak seindah yang dibayangkan. Pekerjaan yang kamu dapatkan ternyata tidak menantang, kamu hanya duduk di depan komputer sepanjang waktu untuk mengerjakan tugas administratif. Hatimu berontak, kamu merasa hidup harus dijalani lebih dari sekedar kena macet-sibuk-menua-lalu mati.

Untuk beberapa waktu kamu akan menangguhkan diri untuk menjalani pekerjaan yang tidak sesuai hati nurani, sebelum mengatur strategi untuk mencari yang lebih pas di hati. Atau bagi kamu yang sudah mendapatkan pekerjaan yang cocok, hari-harimu akan dipenuhi upaya untuk terus memberikan yang terbaik.

This entry was posted in Motivasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *